Memories

October 18th, 2008 by cojlk

When you cried like that…
You and me, we’d cry…
Remember all those happy moments,
why won’t you?

You shine in a place that I don’t know about
The dreams that passed each other are already in the distance

Remember me, when you’re lonely
are you feeling a little better?
When I sang
if you’d turned around, you could be by my side
I’m glad to have loved you
Now I understand at last

When you cried like that…
You and me, we’d cry…
Thank you for smiling when you
remembered all those happy moments

But because you cried…
I have to cry on my own…
One day, could we
remember all those happy moments?

When I couldn’t explain my own feelings, I was so wretched
I try to forget, but yeah, I know I can’t

Remember me, when you’re lonely
Always softly wishing
When I sang
if you’d turned around, you could be by my side
I’m glad to have loved you
I’m glad to have been with you

But because you cried…
I have to cry on my own…
When I remember those happy moments
I thank you

Over…..

October 17th, 2008 by cojlk

In the dream I had that day
a shadow stretched in the light of sunset
Suddenly I feel you there,
so I turn my head

Countless seasons have passed
and though they all felt empty
you are still in my memories,
gently smiling at me

“Losing” hurts more
than giving up
But I have no regrets
I’d rather be punched that regret
Tomorrow I’ll be stronger
than the person I am today
Because somewhere, you will be smiling
even when you’re crying… I know for sure

On the way back, the rain poured down
and I had forgotten to take my umbrella
The silence between us is frightful
as our shoulders are soaked with rain

No matter how many times I touch your hand
you don’t grab mine
And in the future, you will disappear
without even saying goodbye

“Change” is what we feared
But we have both changed
If I can forget that you left
I’d want to embrace my pain
The days I spent with you
will sparkle longer than eternity
In order to meet you once again
I’ll chase that dream… even further

“Losing” hurts more
than giving up
But I have no regrets
I’d rather be punched that regret
Tomorrow I’ll be stronger
than the person I am today
I’ll always be thinking of you
even if you’re someone else’s… I’ll always…

Petualangan di Gramedia

October 13th, 2008 by cojlk

Beberapa hari yang lalu, berhubung liburan di padang udah hampir selesai & notabene lagi ga’ ada kerjaan, akhirnya saya memutuskan untuk mencari angin segar alias jalan2 (alah…). Setelah menimbang beberapa tempat yang akan dikunjungi, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke gramedia (alhasil, maka petualangan di gramedia pun dimulai).

Sebenarnya, alasan saya memilih pergi ke gramedia cukup sederhana, pertama udah hampir satu tahun ga’ ke sana, dan yang kedua : hipotesa bahwa toko buku merupakan tempat favorit untuk para anggota jojoba (jomblo2 bahagia red, hehehe). Namun, ternyata di gramedia saya tetep aja ketemu dengan beberapa pasang wajah yang udah dikenal (mmm, ternyata memang tidak semua hipotesa itu benar ya?? ). Dalam hati saya berkata : arghh…., di mana toleransi untuk para jojoba ? tapi saya inget nasehat seorang teman : kita itu jomblo karena pilihan, belum ada aja yg beruntung dapetin kita, hehehe maksa bgt kan???)

Setelah muter2 ga’ jelas mulai dari bagian mainan anak2, alat tulis, olah raga, teknik, agama, sampai bagian kedokteran akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat favorit, area komik & novel tentunya…

Di tengah ancaman krisis ekonomi global yang bakal melanda dunia saat ini, saya memutuskan untuk membeli 2 novel yg cukup menarik (ga’ nyambung deh perasaan???). Novel pertama judulnya “Dilatasi memori”, ada 2 faktor utama buat saya untuk ngebeli novel ini. Faktor pertama, novel ini merupakan sekuel dari salah satu novel favorit saya waktu SMA dulu, judulnya diorama sepasang Al-banna (al-banna = pembangun; red). Novel ini bercerita tentang kisah dua orang arsitek dengan latar belakang yang jauh berbeda, tapi mereka sama2 mengagumi Hasan Al-banna. Diceritakan bagaimana mereka bertemu sampai akhirnya menikah dan membangun suatu biro konstruksi yang diberinama al-banna. Nah, di novel kedua ini isinya berkisar tentang konflik dalam rumah tangga, seperti karier, anak, dan masalah yang sangat fundamental dalam membangun suatu hubungan, yaitu kesetiaan… (wah, berat nih bahasannya, hehehe).

Faktor yang kedua, judulnya sendiri “Dilatasi Memori” (teknik bgt kan?). Awalnya sih, saya pikir dilatasi di sini maksudnya mengubah dimensi suatu benda dengan cara mengalikannya dengan suatu konstanta tertentu, makanya jadi penasaran maksudnya dilatasi memori di novel ini apa. Tapi, setelah baca novel ini, saya baru tau ternyata dilatasi di sini adalah istilah dalam teknik arsitektur/sipil, yang artinya pemisahan/pemotongan suatu konstruksi beton agar tidak terjadi keretakan. Menurut saya, esensi yg bisa dipetik dari novel ini: terkadang dalam suatu hubungan, kita membutuhkan waktu untuk sendiri karena pada saat kita sendiri itulah kita bisa lebih arif memaknai cinta dan menyadari betapa berhaganya pasangan kita, jadi kita bisa menghindari terjadinya “keretakan” dalam hubungan kita (disinilah maksud dilatasi memori itu ternyata). Biasanya kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu ketika kita sudah kehilangannya kan? mmm….

Novel kedua yang saya beli judulnya “When a man lost a woman”. Alasan saya beli novel ini, ya karena judulnya itu (saya bgt, hehehe). Tapi, berhubung masalah waktu karena udah mau balik kuliah, novel ini masih belum selesai dibaca (semoga di bandung kelar deh).

Ya udah, sekian dulu kisah petualangan di gramedianya (maaf ya kalau jelek, kan baru belajar nulis nih, hehehe)